Bank Jatim

Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp1,6 Triliun Sepanjang 2025

Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp1,6 Triliun Sepanjang 2025
Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp1,6 Triliun Sepanjang 2025

JAKARTA - Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif, sejumlah bank daerah berhasil mempertahankan kinerja yang stabil bahkan mencatatkan pertumbuhan signifikan. 

Salah satunya adalah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim yang berhasil membukukan peningkatan laba bersih sepanjang tahun 2025.

Kinerja positif tersebut tercermin dari berbagai indikator keuangan yang menunjukkan pertumbuhan solid, baik dari sisi laba, aset, hingga penyaluran kredit. 

Peningkatan ini tidak terlepas dari strategi manajemen yang menitikberatkan pada penguatan struktur pendanaan, pengembangan ekosistem bisnis, serta peningkatan kualitas aset.

Selain itu, Bank Jatim juga terus memperluas kolaborasi dengan sejumlah Bank Pembangunan Daerah lainnya melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB). 

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus memperluas peluang bisnis di masa mendatang.

Kinerja Keuangan Bank Jatim Tumbuh Positif Sepanjang Tahun

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Laba bersih konsolidasi Bank Jatim tercatat sebesar Rp 1,617 triliun atau tumbuh 24,80 persen secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh sejumlah faktor utama, termasuk struktur pendanaan yang kuat serta kualitas aset yang terus membaik. 

Strategi pengelolaan keuangan yang dilakukan perusahaan dinilai mampu menjaga stabilitas kinerja meskipun kondisi persaingan perbankan semakin ketat.

Tidak hanya dari sisi laba, Bank Jatim juga mencatat peningkatan pada total aset konsolidasi. Sepanjang tahun 2025, total aset perusahaan mencapai Rp 168,855 triliun atau naik 42,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan aset tersebut menunjukkan ekspansi bisnis yang terus berjalan seiring meningkatnya aktivitas pembiayaan serta pengelolaan dana masyarakat. Hal ini sekaligus mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga terhadap kinerja Bank Jatim.

Penyaluran Kredit Menjadi Pendorong Pertumbuhan

Selain peningkatan aset, kinerja penyaluran kredit juga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan Bank Jatim. Sepanjang tahun 2025, penyaluran pinjaman secara konsolidasi tercatat sebesar Rp 110,503 triliun.

Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan sebesar 46,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 75,35 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya permintaan pembiayaan dari berbagai sektor ekonomi.

Sementara itu, penyaluran kredit secara bank only juga mencatat pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2025, kredit yang disalurkan mencapai Rp 67,2 triliun atau tumbuh 4,98 persen secara tahunan.

Komposisi kredit tersebut terdiri dari kredit konsumer sebesar Rp 36,54 triliun yang meningkat 6,20 persen secara tahunan. Sedangkan kredit produktif tercatat sebesar Rp 30,7 triliun atau tumbuh 3,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Winardi Legowo menjelaskan bahwa fokus manajemen pada tahun 2025 diarahkan pada penguatan dana murah melalui strategi transaction banking dan pendekatan berbasis ekosistem bisnis.

"Di tahun 2025, fokus manajemen menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem," kata Winardi.

Penguatan Sinergi Melalui Kelompok Usaha Bank

Selain memperkuat kinerja internal, Bank Jatim juga memperluas kerja sama dengan sejumlah bank daerah melalui pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Pada tahun 2025, seluruh tahapan terkait rencana tersebut telah difinalisasi.

Dengan selesainya proses tersebut, Bank Jatim secara resmi menjadi induk bagi beberapa Bank Pembangunan Daerah lainnya. Bank-bank tersebut meliputi Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat di antara bank-bank daerah tersebut. Kolaborasi tersebut tidak hanya mencakup aspek bisnis, tetapi juga penguatan permodalan serta dukungan operasional lainnya.

Winardi menegaskan bahwa sinergi ini akan dimaksimalkan pada tahun 2026 guna meningkatkan daya saing masing-masing bank dalam menghadapi tantangan industri perbankan nasional.

"Kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler," kata Winardi.

Melalui kerja sama tersebut, Bank Jatim berharap dapat memperluas jaringan layanan sekaligus memperkuat kapasitas bisnis di berbagai daerah.

Transformasi Digital Dan Perbaikan Kualitas Aset

Di sisi lain, Bank Jatim juga terus melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki kualitas aset serta meningkatkan layanan digital kepada nasabah. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui mekanisme hapus buku terhadap kredit bermasalah.

Sepanjang tahun 2025, Bank Jatim melakukan hapus buku sebesar Rp 1,03 triliun dengan tingkat pemulihan atau recovery rate sebesar 18,6 persen yang setara dengan Rp 192 miliar. Selain itu, perusahaan juga melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 4,17 triliun.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kualitas portofolio kredit serta memperkuat struktur keuangan jangka panjang.

Di bidang digital, Bank Jatim juga mencatat perkembangan yang cukup signifikan. Pengguna aplikasi JConnect Mobile pada tahun 2025 mencapai 993.972 pengguna atau meningkat 22,40 persen secara tahunan.

Tidak hanya jumlah pengguna, nilai transaksi yang dilakukan melalui aplikasi tersebut juga meningkat pesat. Total transaksi JConnect Mobile sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 65,77 triliun atau naik 29,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, transaksi menggunakan sistem pembayaran QRIS melalui Bank Jatim juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Nilai transaksi QRIS pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp 3,94 triliun atau meningkat 47,25 persen secara tahunan.

Untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat, Bank Jatim juga mengembangkan jaringan Agen Jatim di berbagai daerah. Hingga akhir tahun 2025, jumlah Agen Jatim tercatat mencapai 14.842 agen yang tersebar di berbagai wilayah.

Keberadaan agen tersebut menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara langsung.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bank Jatim optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu bank pembangunan daerah yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index