BRIN

BRIN Tingkatkan Diplomasi Sains dengan Hadirkan Nobelis Kimia 2025

BRIN Tingkatkan Diplomasi Sains dengan Hadirkan Nobelis Kimia 2025
BRIN Tingkatkan Diplomasi Sains dengan Hadirkan Nobelis Kimia 2025

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mengambil langkah penting untuk memperkuat diplomasi sains antara Indonesia dan Jepang dengan mendatangkan salah satu ilmuwan terkemuka dunia, Profesor Susumu Kitagawa.

 Profesor Kitagawa, yang baru saja meraih Nobel Kimia 2025, hadir memberikan kuliah umum internasional di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, pada 4 Februari 2026.

Kuliah umum yang mengangkat tema “The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact” ini menekankan pada pentingnya riset dasar sebagai pondasi utama dalam menciptakan inovasi yang memiliki dampak jangka panjang. 

Tema ini sangat relevan dengan upaya BRIN untuk membangun budaya riset di Indonesia yang mampu bersaing di kancah global, serta menjadi penggerak kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk energi, lingkungan, dan kesehatan.

Pentingnya Riset Dasar dalam Inovasi

Kehadiran Profesor Kitagawa di Indonesia menandai momen penting dalam sejarah diplomasi sains antara kedua negara. Dalam sambutannya, Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa kehadiran ilmuwan pemenang Nobel ini bukan sekadar untuk tujuan akademik, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa riset dasar memiliki peran yang sangat vital dalam kemajuan peradaban.

"Riset dasar itu sangat penting, dan dampaknya memang tidak langsung terlihat, tetapi jangka panjang. Temuan Nobel Profesor Kitagawa ini adalah bukti bahwa ketekunan dalam riset dasar akhirnya membawa hasil yang luar biasa. Kita tahu bahwa penelitian yang beliau lakukan sudah dimulai lebih dari lima dekade lalu," ujar Arif Satria.

Dalam pertemuan ini, Arif Satria menambahkan bahwa BRIN berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset di Indonesia, baik yang berbasis pada riset dasar maupun riset terapan. Keberhasilan riset dasar di berbagai belahan dunia, seperti yang telah dicapai oleh Profesor Kitagawa, menjadi inspirasi bagi BRIN untuk mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Peran Metal-Organic Frameworks (MOFs) dalam Teknologi Modern

Salah satu kontribusi besar Profesor Kitagawa yang diakui secara global adalah pengembangan Metal-Organic Frameworks (MOFs), material berpori yang revolusioner. 

MOFs kini digunakan dalam berbagai aplikasi penting, mulai dari penyimpanan energi hingga pemurnian udara dan air, bahkan pengelolaan sumber daya alam di bidang kesehatan.

Profesor Kitagawa menyampaikan betapa pentingnya riset berbasis pada material seperti MOFs, yang dapat memberikan solusi bagi tantangan besar dalam dunia energi dan lingkungan hidup.

 "Inovasi seperti MOFs dapat membuka peluang besar untuk kemajuan teknologi, khususnya dalam pengelolaan energi berbasis gas, yang kini menjadi kebutuhan global yang mendesak," jelasnya.

Pengembangan teknologi ini juga dianggap relevan untuk diterapkan di Indonesia, mengingat potensi besar negara ini dalam sektor energi dan sumber daya alam. 

Oleh karena itu, BRIN berharap riset dan pengembangan dalam bidang MOFs akan menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat industri teknologi tinggi Indonesia.

Kolaborasi Internasional untuk Pembangunan Sumber Daya Manusia

Dalam kesempatan tersebut, Profesor Kitagawa juga mendorong kolaborasi lintas generasi antara peneliti Indonesia dan Jepang. Dia mengungkapkan pentingnya pertukaran ilmu pengetahuan dan riset bersama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. 

"Saya berharap dapat melihat lebih banyak kolaborasi antara peneliti muda Indonesia dan Jepang dalam mengejar inovasi yang bermanfaat bagi umat manusia," ujar Kitagawa.

Untuk mendukung upaya ini, BRIN segera menginisiasi pembentukan Asosiasi MOF Indonesia, yang bertujuan untuk memperluas jaringan riset internasional dan memajukan kolaborasi dalam pengembangan material MOFs di Indonesia. 

Melalui pembentukan asosiasi ini, BRIN berharap dapat menciptakan ruang yang lebih besar bagi peneliti Indonesia untuk berkolaborasi dengan para ahli dari berbagai negara, terutama Jepang, yang sudah memiliki reputasi tinggi di bidang sains dan teknologi.

Diplomasi Sains untuk Mendorong Inovasi Berkelanjutan

Di sisi lain, BRIN juga menargetkan untuk memperkuat kerja sama riset antara Indonesia dan Jepang melalui pembentukan Sister Laboratory dan penguatan jejaring riset dengan universitas serta lembaga riset di Jepang. 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya riset-riset yang lebih aplikatif dan berdampak langsung terhadap pembangunan nasional.

"Melalui diplomasi sains ini, BRIN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) riset Indonesia, memperluas kolaborasi global, dan mendorong lahirnya inovasi material maju yang dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan nasional," tambah Arif Satria.

Selain itu, BRIN juga menyatakan akan terus mendukung berbagai inisiatif yang berkaitan dengan riset dasar dan terapan, guna mempercepat implementasi penemuan-penemuan besar di Indonesia. 

Fokus pada pengembangan riset di bidang energi dan teknologi berbasis keberlanjutan menjadi prioritas utama dalam agenda BRIN ke depan.

Langkah Maju Indonesia dalam Diplomasi Sains Global

Kehadiran Profesor Kitagawa di Indonesia merupakan simbol dari langkah maju BRIN dalam mengembangkan diplomasi sains. Kolaborasi internasional yang erat dengan negara-negara seperti Jepang, yang memiliki sejarah panjang dalam riset dan inovasi, akan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah sains global.

Dengan adanya kolaborasi lintas negara, diharapkan akan terjalin lebih banyak kemitraan strategis dalam riset, pengembangan teknologi, serta pendidikan tinggi yang berdampak langsung pada kualitas kehidupan masyarakat. 

Ini adalah upaya berkelanjutan untuk memajukan Indonesia di bidang riset dan teknologi, serta menjadi bagian dari pergerakan global menuju keberlanjutan dan inovasi yang lebih baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index