JAKARTA - Industri asuransi energi di Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif, mencatatkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025.
Menurut data terbaru dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi asuransi untuk sektor energi, baik onshore maupun offshore, mengalami lonjakan yang cukup menggembirakan.
Asuransi energi onshore tumbuh 18,4%, sementara offshore tercatat naik 18%. Kinerja ini mencerminkan meningkatnya aktivitas proyek energi di Indonesia, baik untuk proyek darat maupun lepas pantai.
Dengan nilai premi yang mencapai Rp 225 miliar untuk onshore dan Rp 1,18 triliun untuk offshore pada kuartal III 2025, sektor ini menjadi salah satu yang paling berkembang dalam industri asuransi umum.
Hal ini juga menandakan bahwa kebutuhan perlindungan terhadap risiko sektor energi semakin tinggi, mengingat investasi yang sangat besar serta kompleksitas operasional yang terlibat dalam proyek-proyek energi tersebut.
Pertumbuhan Positif Didorong Oleh Peningkatan Aktivitas Proyek Energi
Kinerja industri asuransi energi yang melesat ini tidak terlepas dari semakin meningkatnya aktivitas di sektor energi Indonesia. Seiring dengan banyaknya proyek energi yang berjalan baik di dalam negeri, baik yang berbasis darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore), kebutuhan akan produk asuransi yang dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko pun semakin meningkat.
Sektor energi merupakan sektor dengan nilai investasi yang sangat besar, sehingga asuransi energi menjadi penting untuk memberikan perlindungan terhadap potensi risiko yang tinggi.
Risiko yang dihadapi dalam proyek energi tidak hanya meliputi kerugian yang berhubungan dengan konstruksi, tetapi juga gangguan operasional yang dapat memengaruhi kelangsungan proyek. Belum lagi potensi kerugian lingkungan yang dapat muncul, yang membutuhkan perlindungan yang komprehensif.
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas investasi di sektor energi turut berkontribusi pada pertumbuhan signifikan ini.
Dengan meningkatnya nilai proyek yang ada, baik untuk eksplorasi maupun operasional, asuransi energi semakin dibutuhkan.
Di sisi lain, adanya perbaikan dalam disiplin underwriting di industri ini juga turut menjaga kualitas portofolio asuransi energi, yang tentu saja sangat krusial mengingat risiko yang sangat besar dalam lini ini.
Disiplin Underwriting Menjadi Kunci dalam Asuransi Energi
Salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan pesat asuransi energi adalah disiplin underwriting yang semakin membaik. Underwriting yang ketat dan hati-hati menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio, terutama di sektor energi yang memiliki risiko sangat tinggi. Kualitas portofolio yang terjaga dengan baik akan menciptakan kepercayaan di pasar, baik bagi para investor maupun masyarakat.
Dalam hal ini, Budi Herawan juga menyampaikan bahwa sektor asuransi energi perlu mengutamakan kehati-hatian. Asuransi energi bukan hanya tentang mengelola premi, tetapi juga mengenai bagaimana memahami dan mengelola risiko yang terlibat dalam proyek-proyek energi besar.
Dalam praktiknya, risiko yang dihadapi dapat sangat bervariasi, mulai dari masalah konstruksi, kegagalan operasional, hingga kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam atau kecelakaan.
Selain itu, keberlanjutan pertumbuhan industri asuransi energi juga bergantung pada kesadaran untuk selalu memperbarui kebijakan dan mekanisme underwriting yang lebih baik, sesuai dengan perkembangan teknologi dan dinamika risiko yang ada.
Jika industri asuransi umum terus menjaga standar underwriting yang tinggi, maka sektor energi akan tetap dapat dilindungi dari potensi kerugian yang besar.
Transisi Energi Indonesia Jadi Peluang Besar Asuransi Umum
Melihat tren positif dalam asuransi energi, AAUI juga menyebutkan bahwa sektor energi baru terbarukan (EBT) menjadi peluang besar bagi industri asuransi umum.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target investasi yang cukup besar untuk pengembangan EBT, yaitu sebesar Rp 1.682 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Budi Herawan menyebutkan bahwa sektor EBT, yang mencakup energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi, akan memerlukan asuransi dengan perlindungan risiko yang lebih kompleks.
Mengingat proyek-proyek EBT yang melibatkan teknologi tinggi dan investasi besar, kebutuhan untuk perlindungan yang menyeluruh akan meningkat seiring dengan realisasi investasi yang terus berjalan.
Jika investasi EBT berjalan sesuai rencana, maka potensi untuk penyaluran asuransi akan sangat besar. Asuransi tidak hanya dibutuhkan pada tahap konstruksi, tetapi juga pada operasional jangka panjang, di mana risiko-risiko yang terkait dengan pemeliharaan dan keberlanjutan operasional perlu dilindungi.
Hal ini menjadi peluang besar bagi perusahaan asuransi umum untuk memperluas portofolio mereka, sambil mendukung transisi Indonesia menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Prospek Industri Asuransi Energi dan EBT di Masa Depan
Ke depan, sektor asuransi energi Indonesia diperkirakan akan terus berkembang, terlebih dengan adanya transisi energi yang menjadi fokus pemerintah Indonesia.
Hal ini tidak hanya akan memberikan peluang bagi industri asuransi untuk berkembang, tetapi juga dapat mempercepat perubahan dalam pola investasi yang lebih berkelanjutan.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri asuransi adalah bagaimana mengelola risiko-risiko yang semakin kompleks seiring dengan berkembangnya teknologi dan beragamnya jenis proyek yang ada. Asuransi akan terus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap proyek energi besar, dan kehadiran produk-produk asuransi yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan sektor energi akan sangat diperlukan.
Di sisi lain, pertumbuhan sektor EBT memberikan angin segar bagi industri asuransi untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan pengembang proyek energi terbarukan.
Dengan adanya kolaborasi antara sektor asuransi dan sektor energi, baik yang konvensional maupun terbarukan, maka Indonesia akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam memajukan sektor energi yang berkelanjutan.