UpScrolled Capai 2,5 Juta Pengguna, Alternatif TikTok Populer

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:34:12 WIB
UpScrolled Capai 2,5 Juta Pengguna, Alternatif TikTok Populer

JAKARTA - UpScrolled, aplikasi media sosial buatan Issam Hijazi asal Palestina, telah mencatatkan lonjakan pengguna yang mengesankan. Aplikasi ini berhasil menarik lebih dari 2,5 juta pengguna dalam waktu yang relatif singkat. 

Layanan ini mulai menarik perhatian global setelah adanya perubahan kepemilikan pada TikTok yang diumumkan pada awal tahun ini, yang menyebabkan banyak pengguna TikTok beralih ke platform baru ini.

Dalam Web Summit yang digelar di Qatar, Hijazi berbicara tentang pertumbuhan pesat UpScrolled. Menurutnya, aplikasi ini telah melewati tonggak 1 juta pengguna dalam beberapa hari setelah pengumuman perubahan di TikTok. Tidak hanya itu, jumlah pengguna UpScrolled kini telah melebihi 2,5 juta di seluruh dunia. 

Capaian ini menandakan bahwa aplikasi ini tidak hanya mendapat perhatian dari pengguna, tetapi juga mulai menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari alternatif platform media sosial.

Pertumbuhan Pesat UpScrolled: Dari 150 Ribu ke Lebih dari 2,5 Juta Pengguna

UpScrolled memulai debutnya sekitar enam bulan yang lalu, dan meskipun awalnya hanya memiliki sekitar 150.000 pengguna, jumlah tersebut melonjak pesat dalam beberapa minggu setelah kejadian besar yang mengubah kepemilikan TikTok. 

Pada awal Januari 2026, jumlah pengguna aplikasi ini sudah mencapai satu juta, dan kini, dengan cepat melampaui angka 2,5 juta pengguna.

“Aplikasi kami telah berkembang pesat dalam waktu yang sangat singkat, dan kami sangat senang dengan antusiasme yang kami terima,” kata Hijazi.

Menurutnya, perubahan kepemilikan TikTok yang menimbulkan ketidakpastian di kalangan penggunanya telah menjadi faktor pendorong utama lonjakan jumlah pengguna UpScrolled. Banyak orang mulai mencari platform alternatif yang lebih transparan dan inklusif.

Konsep Inklusif dan Tanpa Sensor: Alternatif dari TikTok dan Instagram

UpScrolled merupakan kombinasi dari platform media sosial populer seperti Instagram dan X (sebelumnya Twitter), namun dengan pendekatan yang berbeda. Salah satu klaim terbesar dari platform ini adalah kebebasan berekspresi tanpa adanya sensor atau shadowban terhadap konten pengguna. 

Hijazi menegaskan bahwa UpScrolled menawarkan ruang bagi semua jenis suara, termasuk suara-suara yang selama ini mungkin terpinggirkan oleh platform media sosial mainstream.

"Platform kami bertujuan untuk memberikan ruang bagi berbagai jenis konten tanpa adanya penekanan atau pembatasan tertentu," kata Hijazi. 

Selain itu, UpScrolled tidak memiliki algoritma amplifikasi yang digunakan oleh banyak platform besar, yang sering kali membuat pengguna terjebak dalam ‘filter bubble’ atau bahkan mempromosikan konten berbahaya untuk tujuan komersial.

Namun, meskipun aplikasi ini menjanjikan kebebasan lebih besar, Hijazi juga mengakui pentingnya tetap mematuhi hukum dan peraturan regional. UpScrolled sedang dalam proses penyusunan pedoman komunitas yang lebih lengkap untuk memastikan bahwa platform ini tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku di berbagai negara.

Tantangan dan Kritik: Konten Sensitif dan Kebijakan Moderasi

Seiring dengan popularitasnya yang terus meningkat, UpScrolled juga dihadapkan pada tantangan dalam menjaga keberagaman konten yang diunggah pengguna. 

Beberapa pengkritik telah menyoroti kemunculan konten pornografi dan ketelanjangan di platform ini, yang menurut mereka bisa merusak citra UpScrolled sebagai platform yang sehat.

Menanggapi hal tersebut, Hijazi mengatakan bahwa UpScrolled tidak akan menggunakan algoritma amplifikasi untuk mempromosikan atau menekan jenis konten tertentu. Sebagai gantinya, mereka berencana untuk mengatur konten dengan pedoman komunitas yang akan disesuaikan dengan hukum setempat. 

UpScrolled juga sedang bekerja dengan tim ahli untuk mengembangkan pedoman yang lebih jelas dan efektif untuk menangani konten yang mungkin melanggar nilai-nilai atau regulasi yang berlaku.

“Walaupun kami memberikan kebebasan lebih dalam berekspresi, kami tetap ingin memastikan bahwa platform ini aman dan nyaman bagi semua pengguna. Kami sedang bekerja keras untuk menciptakan pedoman yang sesuai dan tetap mengutamakan kebebasan berekspresi,” jelas Hijazi.

Masa Depan UpScrolled: Tantangan dan Peluang untuk Bertahan

Meskipun UpScrolled telah menikmati lonjakan jumlah pengguna yang signifikan, Hijazi mengingatkan bahwa aplikasi ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhannya. Di antara tantangan yang harus dihadapi adalah menjaga kualitas komunitas dan moderasi konten yang efektif.

Seiring dengan lonjakan pengguna yang cepat, UpScrolled juga menghadapi kebutuhan untuk mengembangkan fitur-fitur baru yang bisa membuat platform ini tetap menarik dan relevan. 

Selain itu, pengelolaan konten, algoritma yang lebih efisien, serta kebijakan moderasi yang lebih matang akan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan pertumbuhan pengguna dalam jangka panjang.

Sementara itu, aplikasi serupa, seperti Skylight, juga telah mulai menarik perhatian pengguna dengan menawarkan pendekatan berbeda terhadap media sosial. 

Namun, UpScrolled tampaknya memiliki keunggulan dengan komitmennya untuk menciptakan platform yang lebih transparan, tidak komersial, dan inklusif terhadap berbagai suara, terutama bagi mereka yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan beberapa platform besar.

Meskipun banyak orang telah beralih ke UpScrolled setelah perubahan kepemilikan TikTok, aplikasi ini akan tetap menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan komunitasnya dan mengembangkan fitur yang bisa menarik lebih banyak pengguna dalam waktu yang lebih lama. Keputusan-keputusan yang diambil terkait kebijakan konten dan moderasi akan memainkan peran krusial dalam masa depan platform ini.

Terkini