Energi Hijau Dari Kotoran Ternak Sebagai Solusi Ramah Lingkungan

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:14:37 WIB
Energi Hijau Dari Kotoran Ternak Sebagai Solusi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Peningkatan kesadaran global tentang pentingnya energi hijau semakin mengemuka. 

Berbagai inovasi di bidang energi terbarukan kini tengah dicari untuk menggantikan sumber energi konvensional yang semakin berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai sumber energi biogas. 

Teknologi ini tidak hanya memberikan solusi bagi sektor peternakan, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan. 

Dalam konteks ini, peternak semakin beralih pada biogas untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga serta mengurangi dampak negatif limbah ternak.

Biogas adalah sumber energi terbarukan yang dihasilkan dari pemecahan bahan organik oleh bakteri anaerob. Berbeda dengan gas alam, biogas dihasilkan melalui proses pencernaan anaerobik yang terjadi dalam kondisi tanpa oksigen, yang menjadikannya pilihan ramah lingkungan. 

Teknologi hijau seperti ini memberikan berbagai manfaat, mulai dari mengurangi pencemaran lingkungan hingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. 

Namun, bagi peternak, biogas juga menjadi solusi praktis untuk mengolah limbah ternak yang sebelumnya sulit dikelola dan berisiko mencemari lingkungan.

Teknologi Biogas Sebagai Solusi Ramah Lingkungan

Pemanfaatan biogas dari kotoran ternak merupakan salah satu contoh penerapan teknologi hijau yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menguntungkan bagi perekonomian peternak. 

Dalam praktiknya, kotoran ternak yang sering kali dianggap sebagai limbah yang merepotkan kini bisa disulap menjadi energi yang berguna. Proses pembuatan biogas dimulai dengan mengumpulkan kotoran hewan yang kemudian dimasukkan ke dalam biodigester sebuah wadah tertutup yang menyediakan lingkungan tanpa oksigen. 

Di dalam biodigester, mikroorganisme anaerob memecah bahan organik dan menghasilkan gas metana, yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak atau menghasilkan listrik.

Biogas yang dihasilkan dari kotoran ternak ini sangat bermanfaat, terutama di daerah-daerah pedesaan, di mana pasokan energi sering terbatas dan mahal. Pemanfaatan biogas tidak hanya membantu peternak mengelola limbah secara efisien, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang lebih berisiko merusak lingkungan. 

Teknologi ini memberikan solusi win-win, di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga oleh masyarakat sekitar yang mendapatkan akses energi yang lebih bersih dan terjangkau.

Manfaat Biogas Bagi Peternak dan Masyarakat

Seperti yang diceritakan oleh Burhan, seorang peternak sapi, pemanfaatan biogas telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sehari-harinya. Burhan mengelola 36 ekor sapi, dan kotoran ternak tersebut telah diolah menjadi biogas yang kemudian disalurkan ke 20 rumah dengan total 27 tungku.

 "Kalau untuk ini 20 rumah, 27 tungku," jelas Burhan. Dengan menggunakan biogas sebagai bahan bakar untuk memasak, Burhan tidak hanya mengurangi pencemaran dari limbah ternaknya, tetapi juga membantu mengurangi biaya energi bagi keluarga di sekitarnya.

Inisiatif seperti yang dilakukan Burhan ini menunjukkan bagaimana biogas dapat menjadi solusi nyata dalam mengelola energi dan limbah secara lebih berkelanjutan.

 Selain membantu peternak mengelola kotoran ternak mereka, biogas juga memungkinkan peternak untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar mereka. 

Ini adalah contoh bagaimana teknologi hijau, seperti biogas, tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.

Mendorong Penggunaan Biogas untuk Menjaga Keberlanjutan Lingkungan

Dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim, energi hijau seperti biogas dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan di masa depan.

 Pemerintah Indonesia sendiri sudah mulai mendorong sektor energi hijau untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, seperti yang disampaikan dalam kebijakan terbaru mereka untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. 

Biogas menjadi salah satu opsi yang dapat mempercepat transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memberi manfaat langsung kepada peternak dan masyarakat.

Tidak hanya untuk sektor peternakan, biogas juga dapat diterapkan di sektor lain seperti pengolahan sampah, pertanian, hingga industri. Pemanfaatan biogas dapat menjadi pilihan alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil yang semakin mahal dan terbatas, serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Penggunaan energi terbarukan berbasis biogas sangat relevan dengan tujuan global untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi tak terbarukan dan menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang. 

Oleh karena itu, semakin banyak peternak dan masyarakat yang perlu didorong untuk beralih menggunakan teknologi ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas lagi.

Langkah Ke Depan untuk Memperluas Penggunaan Biogas

Ke depan, Indonesia perlu memprioritaskan pengembangan dan penyebaran teknologi biogas lebih luas, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi besar, seperti kawasan pedesaan dan daerah penghasil ternak. 

Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan dukungan dan insentif yang dapat mendorong lebih banyak peternak untuk mengadopsi teknologi biogas. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi yang lebih intensif tentang manfaat biogas dan cara penggunaannya.

Selain itu, penting untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas pendukung untuk produksi dan distribusi biogas. Ini dapat mencakup pembangunan biodigester yang lebih efisien serta penyediaan teknologi untuk mempermudah pengelolaan dan pemeliharaan biogas. 

Diharapkan, ke depan, energi hijau berbasis biogas ini dapat menjadi pilihan utama yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung visi negara untuk mencapai keberlanjutan energi di masa depan.

Terkini