7 Tanda Tersembunyi Dehidrasi Berat yang Tidak Boleh Diabaikan

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:35:36 WIB
7 Tanda Tersembunyi Dehidrasi Berat yang Tidak Boleh Diabaikan

JAKARTA - Dehidrasi sering kali dianggap hanya sebagai masalah ketika seseorang merasa haus. Padahal, rasa haus hanyalah sinyal awal dari tubuh yang sudah kekurangan cairan. 

Pada banyak kasus, tubuh sudah berada dalam kondisi dehidrasi sebelum rasa haus itu muncul. Menurut ahli kesehatan, tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 persen air, dan fungsi-fungsi vital tubuh bergantung pada kecukupan cairan. Untuk itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi hal yang sangat penting agar seluruh sistem tubuh dapat bekerja dengan optimal.

Namun, meskipun kita sering merasa haus sebagai tanda tubuh membutuhkan cairan, ada sejumlah tanda tersembunyi yang menandakan tubuh sudah dehidrasi.

Beberapa gejala ini bisa muncul tanpa rasa haus sama sekali, namun tetap mengindikasikan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak air.

 1.Bau Mulut: Tanda Dehidrasi yang Sering Diabaikan

Bau mulut adalah salah satu tanda yang sering kali diabaikan sebagai gejala dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur menurun, yang menyebabkan penurunan kemampuan air liur untuk melawan bakteri penyebab bau mulut. 

Air liur memiliki sifat antibakteri yang penting, namun saat tubuh mengalami dehidrasi, sistem prioritas tubuh mengalihkan cairan ke bagian tubuh yang lebih penting. Hal ini membuat pertahanan tubuh terhadap bau mulut menjadi lebih lemah. 

Jika Anda sering merasa mulut kering atau bau mulut tanpa alasan yang jelas, bisa jadi tubuh Anda membutuhkan lebih banyak cairan.

2. Merasa Lapar Padahal Baru Saja Makan: Tanda Dehidrasi yang Tersembunyi

Terkadang, keinginan untuk makan, terutama makanan asin, bukanlah karena Anda lapar, tetapi tubuh sebenarnya hanya membutuhkan cairan. Dehidrasi bisa memberikan sinyal kepada tubuh yang mirip dengan rasa lapar. 

Jika Anda merasa lapar segera setelah makan, pertimbangkan untuk meminum segelas air. 

Dehidrasi sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar, terutama pada saat tubuh kekurangan cairan dan cenderung mencari zat yang bisa menambah keseimbangan elektrolit, seperti makanan asin.

3. Sakit Kepala: Ketika Dehidrasi Menyebabkan Peningkatan Tekanan di Kepala

Sakit kepala bisa menjadi tanda pertama dari dehidrasi yang parah. Meskipun tidak ada penjelasan pasti mengenai hubungan langsung dehidrasi dan sakit kepala, beberapa teori menyebutkan bahwa ketika tubuh kekurangan cairan, cairan di sekitar otak bisa berkurang, menyebabkan peningkatan tekanan pada membran pelindung otak. 

Hal ini bisa merangsang reseptor rasa sakit di otak, yang mengarah pada rasa sakit kepala yang parah. Jika Anda mengalami sakit kepala yang sering atau intens tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi tanda tubuh yang kekurangan cairan.

4. Fokus Terganggu: Efek Dehidrasi pada Kinerja Kognitif

Dehidrasi dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk berkonsentrasi. Tubuh yang kekurangan cairan akan mengurangi kemampuan otak untuk bekerja secara optimal, yang memengaruhi fokus dan keterampilan motorik Anda. 

Dehidrasi ringan bisa menyebabkan masalah kognitif yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan mengingat atau menyelesaikan tugas yang memerlukan konsentrasi. Penting untuk tetap terhidrasi agar otak dapat berfungsi dengan baik.

5. Sembelit: Dehidrasi Bisa Menghambat Proses Pencernaan

Sembelit adalah gejala yang sering terjadi akibat dehidrasi. Air memainkan peran penting dalam pencernaan, dan ketika tubuh kekurangan cairan, pencernaan menjadi lebih lambat, yang menyebabkan tinja menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan. 

Jika Anda sering mengalami sembelit, dehidrasi bisa menjadi penyebabnya. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cukup air dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan menghindari masalah sembelit.

6. Mudah Marah dan Iritasi: Dehidrasi Mengganggu Mood dan Emosi

Meskipun tidak selalu disadari, dehidrasi dapat memengaruhi suasana hati Anda. Tubuh yang kekurangan cairan bisa mengganggu fungsi kimiawi di otak, yang berujung pada perasaan mudah marah, gelisah, atau bahkan cemas. 

Dehidrasi telah terbukti memengaruhi fungsi neurologis yang mengatur emosi. Jika Anda merasa lebih mudah tersinggung atau lebih emosional dari biasanya, bisa jadi tubuh Anda sedang kekurangan cairan.

7. Kulit Kurang Elastis: Ciri Fisik Dehidrasi yang Bisa Terlihat Jelas

Salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah tubuh Anda terhidrasi dengan baik adalah dengan mengamati elastisitas kulit. Dehidrasi dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya, yang menyebabkan kulit menjadi kering dan kurang elastis. Anda bisa mencoba melakukan tes sederhana dengan mencubit kulit di bagian punggung tangan atau lengan.

 Jika kulit kembali ke posisi semula dengan cepat setelah dicubit, itu pertanda bahwa tubuh Anda terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, jika kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi semula, itu mungkin tanda tubuh Anda kekurangan cairan.

Cara Menjaga Kecukupan Cairan Tubuh

Walaupun tidak ada aturan pasti mengenai berapa banyak air yang perlu dikonsumsi setiap hari, penting untuk memperhatikan faktor-faktor seperti ukuran tubuh, tingkat aktivitas, iklim, dan pola makan. 

Jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga, tubuh Anda membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang akibat keringat. Hindari menunggu hingga merasa haus, karena saat itu tubuh sudah berada dalam kondisi dehidrasi.

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh memerlukan lebih dari sekadar air biasa untuk menjaga keseimbangan cairan. Selain itu, elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium juga berperan penting dalam menjaga hidrasi tubuh.

Mengenali Tanda-Tanda Dehidrasi Sebelum Terlambat

Rasa haus bukanlah satu-satunya indikator bahwa tubuh Anda kekurangan cairan. Dengan mengenali gejala-gejala lain yang lebih tersembunyi, seperti bau mulut, sakit kepala, kesulitan fokus, dan kulit kurang elastis.

Anda bisa lebih cepat menangani dehidrasi sebelum kondisi tersebut semakin parah. Pastikan untuk selalu menjaga tubuh tetap terhidrasi, tidak hanya dengan air, tetapi juga dengan mencukupi kebutuhan elektrolit tubuh.

Terkini