Bukan Cuma Garam, Ternyata 8 Makanan Ini Bikin Darah Tinggi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:46:08 WIB
Bukan Cuma Garam, Ternyata 8 Makanan Ini Bikin Darah Tinggi

JAKARTA - Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak selalu hanya disebabkan oleh konsumsi garam berlebih. Berbagai jenis makanan olahan yang tampak sepele ternyata bisa diam-diam meningkatkan tekanan darah. 

Kandungan gula tambahan, lemak jenuh, lemak trans, dan natrium yang tinggi dalam makanan tersebut berpotensi memicu lonjakan tekanan darah, sehingga menjadi faktor risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Memahami jenis makanan yang perlu dibatasi menjadi langkah awal penting untuk mencegah komplikasi kesehatan jangka panjang.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari atau dikonsumsi lebih hati-hati;

Makanan Olahan yang Sering Terlupakan

1. Makanan beku siap saji

Pizza beku, burrito, atau makanan beku lainnya mengandung natrium tinggi untuk memperpanjang masa simpan sekaligus menambah rasa. 

Dalam satu porsi, kandungan natrium bisa mencapai seperempat dari batas harian yang direkomendasikan, yakni maksimal 2.300 miligram. Asupan natrium berlebih ini erat kaitannya dengan peningkatan risiko hipertensi.

2. Daging olahan

Sosis, kornet, ham, dan daging asap diawetkan menggunakan garam, nitrit, dan nitrat. Penelitian menunjukkan nitrit dapat memicu kenaikan tekanan darah melalui stres oksidatif. Selain itu, lemak jenuh yang tinggi dalam daging olahan berdampak buruk bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi terlalu sering.

3. Minuman manis

Minuman ringan, minuman energi, atau jus kemasan mengandung gula tambahan tinggi. Konsumsi berlebihan memicu peradangan dan dapat meningkatkan tekanan darah. 

Beberapa studi menunjukkan risiko hipertensi lebih tinggi sekitar 12 persen pada orang yang sering minum minuman manis dibandingkan yang jarang mengonsumsinya.

4. Camilan kemasan

Keripik, biskuit, dan makanan ringan kemasan tinggi natrium serta lemak jenuh atau trans. Kombinasi ini dapat menyebabkan stres oksidatif dan gangguan profil lipid, sehingga meningkatkan tekanan darah, terutama bila dikonsumsi rutin.

5. Makanan cepat saji

Fast food mengandung garam, gula tambahan, serta lemak jenuh dan trans dalam jumlah tinggi. Konsumsi rutin makanan cepat saji berisiko meningkatkan tekanan darah. Meski sesekali masih bisa ditoleransi bagi orang sehat, penderita hipertensi disarankan lebih selektif memilih menu.

6. Makanan yang digoreng

Ayam goreng, kentang goreng, dan gorengan lain menjadi sumber lemak jenuh dan trans serta natrium. Frekuensi konsumsi gorengan yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi dan obesitas, terutama pada perempuan.

7. Alkohol

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah baik secara langsung maupun jangka panjang. Tiga gelas atau lebih per hari meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Alkohol juga memengaruhi sistem saraf pusat, memicu lonjakan tekanan darah sesaat setelah dikonsumsi.

8. Makanan kaleng tinggi garam

Sebagian produk kaleng menggunakan natrium tinggi sebagai pengawet. Konsumsi rutin bisa menyumbang asupan garam berlebih. Membilas makanan kaleng sebelum dimakan dapat menurunkan kadar natriumnya. 

Beberapa lapisan kaleng mengandung BPA, yang diduga memengaruhi hormon dan tekanan darah, meski perlu penelitian lebih lanjut.

Pola Makan yang Mendukung Tekanan Darah Stabil

Sebaliknya, pola makan kaya buah dan sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta produk susu rendah lemak terbukti menurunkan risiko hipertensi. Kandungan serat dan kalium pada makanan sehat ini berperan penting menjaga tekanan darah tetap stabil, selain menurunkan risiko penyakit jantung. 

Mengganti camilan tinggi natrium dengan kacang-kacangan atau buah segar, serta memilih protein rendah lemak, dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga tekanan darah.

Memahami faktor-faktor penyebab hipertensi, termasuk makanan yang tampak “sehat” tapi berpotensi meningkatkan tekanan darah, menjadi kunci untuk pencegahan jangka panjang. 

Dengan mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi dan mengutamakan makanan alami rendah garam, gula, dan lemak jenuh, risiko hipertensi dapat ditekan secara signifikan.

Terkini